welcome visitor
Join us

categories
artikel - kesaksian

Tuhan Punya Banyak Cara

Kesaksian Sdri. Ludyana, Malang. Puji Tuhan jika saya masih menikmati hidup ini. Bukan karena kekuatan, melainkan karena mujizatNya yang nyata. Saya bersyukur memiliki Tuhan yang punya banyak cara untuk menolong saya. Saat tertidur pulas saya tetap merasakan kasihNya. Bahkan saat jatuh sakit tanpa daya, semua orang dekat saya pergi menjauh dan hampir semua orang berpikir saya tidak akan hidup lebih lama lagi. Tetapi saya boleh mengalami keajaibanNya. Melalui banyak cara Dia menolong, menjamah, menyembuhkan, bahkan memberikan kehidupan baru bagi saya. Berawal pada 8 Agustus 2009, saat bekerja tiba-tiba saya merasa kondisi tubuh tidak enak. Saya sempat dirawat di RS beberapa hari dan kemudian sembuh. 17 Agustus 2009, saya merasakan sakit kepala yang hebat seperti ditusuk-tusuk, lalu saya dibawa kembali ke RS. 2 September 2009 diadakan pemeriksaan CT Scan di RS Tentara Malang, dan hasilnya menunjukkan adanya infeksi cairan otak. Kemudian 12 September 2009 dilakukan CT Scan kepala, dengan kontras menyatakan menyokong terjadinya suatu meningitis. Dengan kedua hasil CT Scan yang menyatakan adanya infeksi cairan otak, maka saya harus dioperasi. Belum sempat dioperasi, saya mengalami koma selama enam minggu. Saat-saat tersebut merupakan saat tersulit bagi ibu dan keluarga saya. Mereka harus bekerja ekstra untuk menjaga saya. Pada saat itu, hanya ibu yang tetap memiliki harapan kesembuhan akan terjadi dalam hidup saya, walaupun banyak orang, bahkan dokter mengatakan tidak ada harapan saya bisa sembuh. Dengan sedikit memaksa, ibu saya selalu berkata, Dokter harus menyembuhkan anak saya, saya yakin Tuhan pasti menjawab doa-doa saya! Dia menjawab doa ibu. Tanggal 29 September 2009 saya dioperasi dan berhasil. Dalam kondisi koma pada tanggal 18 Oktober 2009 saya mimpi bertemu Tuhan Yesus, saya menghampiri dan memegang jubahNya, kemudian Dia berkata, Hai anakKu, ada apa? Saya menjawabNya, Tuhan Yesus, tolong sembuhkan saya! Kemudian Dia tersenyum dan berlalu. Setelah dioperasi, ada banyak selang-selang yang terpasang di kepala saya. Melihat itu, ibu sangat putus asa. Beliau tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan saya. Ibu dengan setia menjaga dan merawat selama saya sakit, beliau yakin saya pasti sembuh. Seorang pastor dari Jakarta datang dan mengatakan kepada ibu bahwa besok saya akan siuman. Perkataan pastor menumbuhkan sedikit harapan di hati ibu yang sempat surut ketika melihat banyaknya selang-selang terpasang di kepala saya. Keesokan hari pukul 01.00 WIB saya siuman. Saat itu ibu mendengar saya menyanyikan sebuah pujian, Kasih Yesus sungguh indah di dalam hidupku ini. Sungguh manis, lebih manis hidup bersama Yesus. Yesus nama Yesus, pujilah Dia. O ... kasihNya kepada saya sampai slama-lamanya. 29 Oktober 2009 kembali dilakukan operasi kedua, hal tersebut membuat ibu sedikit khawatir. Operasi berhasil dilaksanakan dan kami semakin berharap kepada Tuhan. Apa yang dilakukanNya sungguh ajaib. Ketika saya siuman ibu berkata, Mimpi apa Nak? Saya menjawab pertanyaannya, Saya tidak mimpi apa-apa. Kata ibu, saya terlalu lama koma sebelum akhirnya dilakukan operasi untuk kedua kalinya. Puji Tuhan! Dia menyembuhkan saya. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan saya mengalami penyakit itu, semua terjadi begitu tiba-tiba. Beragam pendapat tentang penyakit saya bergulir. Ada yang mengatakan penyebabnya karena saya tidak mau minum obat ketika sakit, bahkan ada yang mengatakan saya kena guna-guna, dan semua pendapat itu salah. Satu hal yang saya yakini bahwa semua yang terjadi atas seizin Tuhan. Tuhan pasti punya rencana yang indah untuk saya. Di saat saya sakit, semua orang yang dekat dengan saya mulai pergi, satu per satu meninggalkan saya. Mencari teman di saat kita sehat dan berkelimpahan memang sangatlah mudah, tetapi sangat sulit ketika kita dalam keadaan susah dan menderita. Dalam keadaan tersebut saya benarbenar tahu siapa teman sejati saya, dan saya sangat bersyukur bahwa dalam segala keadaan Tuhan selalu setia kepada saya. Dalam masa pemulihan, saya merasakan bagaimana Tuhan campur tangan dan memiliki banyak cara menolong saya. Di saat saya benar-benar tidak berdaya dan lemah, saya hanya dapat berdoa. Karena hanya doa yang membuat saya kuat dan mampu melalui masa-masa sulit. Saya dapat merasakan kuasa doa itu nyata dalam hidup saya. Mujizat itu nyata ketika saya berdoa. Hari demi hari saya merasakan kesehatan saya semakin membaik. Di bulan Desember, saya dapat melihat dan merasakan keajaibanNya. Ingatan saya dipulihkan dan saya dapat mengingat kembali semua kejadian di masa kecil sampai ketika saya sakit pada waktu itu. Januari 2010, saya mulai dapat berjalan lagi walau harus dengan alat bantu. Februari 2010 saya dapat berjalan tanpa harus menggunakan alat bantu lagi. Maret kondisi saya semakin membaik, nafsu makan saya mulai meningkat. April 2010 dokter menghentikan obat-obatan yang saya minum, walaupun dalam masa penyembuhan. Saya tidak harus bergantung pada obat lagi. Mei 2010 saya merasakan kondisi tubuh saya membaik walaupun masih harus memakai catheter (selang/alat bantu untuk buang air kecil). Juni 2010, saya dapat buang air kecil secara normal. Saya sangat menikmati proses penyembuhan, selalu ada keajaiban yang saya rasakan. Setiap hari saya merasakan penyertaan Tuhan yang sempurna dalam hidup saya. Selalu ada mujizat yang Dia izinkan terjadi dalam hidup saya. Saat ini kondisi saya semakin membaik. Dia banyak mengirimkan malaikat-malaikat modern yang selalu mendoakan dan menolong saya. Saya sangat bersyukur memiliki Tuhan yang perkasa. Dia mengizinkan saya mengalami keadaan ini, sehingga saya boleh merasakan mujizat itu nyata dalam hidup saya. Para dokter dan perawat yang menangani saya adalah mereka yang takut akan Tuhan, sehingga membuat saya semakin percaya kepada Dia. Dia juga memberikan saudara seiman yang dengan setia mendukung saya dalam doa. Awalnya saya kehilangan, tapi akhirnya saya mendapatkan kembali teman-teman saya. November 2010, Tuhan mengizinkan saya kembali bekerja. Tuhan menyediakan tempat kerja serta teman-teman yang selalu mendukung saya. Dia juga memulihkan daya ingat saya menjadi lebih baik dari sebelum saya mengalami sakit. Saat ini saya bekerja di Balai Pengobatan Griya Husada Lawang. Terima kasih Tuhan buat anugerahMu dalam hidup saya. Kau beri saya kekuatan menghadapi semua, Engkau tidak hanya menyembuhkan tetapi bahkan memberi saya kesempatan kedua dalam hidupku. Terima kasih untuk seorang ibu yang tidak kenal lelah merawat, menjaga, dan selalu mendoakan saya. Saya tahu Tuhan punya banyak cara untuk menolong saya, walau kadang saya merasa sedih dan terluka ketika semua yang terjadi tidak seperti yang diinginkan. Satu hal yang pasti, apa pun yang terjadi dalam hidup saya, Tuhan selalu menyertai. Semua terasa indah ketika saya semakin berserah kepadaNya. Ketika Tuhan menyertai saya, Dia pun akan selalu menyertai Anda. Amin.


back
more article...
login member
Username
Password
* sign up here